Anda berdiri di toko material, memegang model nok di tangan, dan ragu model mana yang benar-benar muat dengan atap Anda. Jawabannya ada di angka: nok hanya bekerja kalau lebarnya menutupi celah pertemuan dua bidang genteng, dan jumlahnya mengikuti panjang bubungan atap. Ukuran nok bubungan genteng yang perlu Anda pegang ada empat model, masing-masing dengan panjang dan lebar berbeda dalam sentimeter.
Salah pilih ukuran atau jumlah nok biasanya baru terasa saat musim hujan pertama, ketika rembesan muncul tepat di bawah puncak atap. Atap limas memakai nok samping di setiap jurai, atap pelana cukup dengan nok atas di puncak. Spesifikasi di bawah ini bisa Anda pakai langsung saat menghitung kebutuhan material.
Empat Model Nok Bubungan dan Dimensinya dalam Cm
Ukuran nok bubungan genteng ada empat model utama. Nok kotak berukuran panjang 32 cm dan lebar 19 cm. Nok bulat berukuran panjang 25 cm dan lebar 15 cm. Nok segitiga berdimensi 29 x 16 x 1,5 cm, dan nok samping berukuran panjang 110 cm dengan lebar 7 cm. Empat angka panjang dan lebar inilah yang jadi acuan saat Anda menghitung panjang atap dan kebutuhan material.
Empat model itu tidak bisa ditukar sembarangan. Bentuk penampang genteng menentukan nok mana yang menutupnya rapat, dan lebar nok harus mengikuti lebar genteng bubungan yang Anda pakai. Untuk genteng kerpus alias genteng bubungan, lebar rata antara 22 sampai 25 cm dengan tinggi sekitar 10 cm dan tebal sekitar 1 cm, dengan kebutuhan 3 sampai 4 buah per meter.
Kalau atap Anda memakai material lain, acuan dimensinya mengikuti ukuran genteng itu sendiri. Genteng mantili berukuran 24 x 38 cm, genteng gojer 24 x 38 cm, genteng plentong 25 x 40 cm, dan genteng prentul 20 x 40 cm. Nok yang menyambungkan genteng tanah liat karena itu tidak bisa memakai acuan nok beton.
Lebar Sayap Nok yang Menentukan Atap Anda Bocor atau Tidak
Air hujan dari dua sisi bidang atap bertemu tepat di puncak, lalu dialirkan keluar lewat sayap nok yang menjulur ke bawah. Karena itu lebar sayap menentukan debit air yang harus dialirkan, bukan sekadar tampilan. Nok sayap rata tersedia dengan panjang efektif 1000 mm, lebar sayap 225 mm, dan tebal pelat 6 mm.
Kalau sayap lebih sempit dari 225 mm, air yang turun dari dua sisi tidak muat dialirkan dan akan merembes ke bawah genteng. Di dalam rumah, tandanya adalah noda rembesan di plafon yang letaknya persis di bawah bubungan, bukan titik acak di seluruh atap. Nok seperti ini paling cocok untuk atap dengan kemiringan 30 derajat dan untuk jurai atap piramida.
Ada batas lain yang jarang dibahas: nok beton bertumpuk di atas genteng beton, jadi ketebalannya tidak boleh sembarangan. SNI 0096:2007 menetapkan tebal bagian yang rata minimal 8 mm, tebal penumpangan minimal 6 mm, kaitan sepanjang minimal 30 mm dengan lebar 12 mm dan tinggi 9 mm, lebar penumpangan minimal 25 mm, serta kedalaman alur minimal 3 mm dengan jumlah alur minimal 1.
Pilih Nok Sesuai Profil Genteng dan Kemiringan Atap
Pilihan model nok ditentukan dua hal: profil genteng yang ditutupnya dan sudut kemiringan atap. Untuk genteng berpenampang bundar, trapesium, atau segitiga pada genteng kerpus, nok dengan profil yang sama diperlukan agar sambungan mendapat tekanan air yang merata.
Sudut kemiringan punya batas yang jelas. Nok siku memiliki luas nominal 33 x 42 cm, luas efektif 25,9 x 39,1 cm, dan berat 4,8 kg, dengan kebutuhan nok atas atau bawah 2,5 buah per meter panjang, nok samping 4 buah per meter, jarak antar reng 25,5 cm, serta sudut atap minimal 25 derajat.
Di bawah 25 derajat, titik pertemuan air lebih datar dan air cenderung menggenang di lekukan nok. Di sinilah sayap lebar atau nok bergalur lebih masuk akal. Sebaliknya, untuk atap pelana dengan kemiringan standar, nok kotak atau nok bulat lebih mudah dipasang karena bentuknya mengikuti garis lurus puncak. Bila sudut atap proyek Anda belum pasti, hitung dulu di halaman sudut kemiringan genteng beton untuk nok.

Hitung Kebutuhan Nok dari Panjang Bubungan Atap
Rumus dasarnya sederhana: jumlah nok yang dibutuhkan sama dengan panjang total bubungan dikali koefisien pemakaian. Untuk nok atas, koefisiennya 4 buah per meter. Untuk nok samping di jurai, koefisiennya 1 buah per meter. Contoh perhitungan: atap pelana dengan panjang bubungan 10 meter membutuhkan 40 nok atas, ditambah 10 nok samping untuk sisi jurai.
Perhatikan bahwa sumber berbeda kadang memberi angka berbeda. Katalog genteng kerpus menyebut kebutuhan 3 sampai 4 buah per meter, sedangkan standar SNI menetapkan 4 nok per meter. Ambil angka 4 sebagai patokan saat menghitung, lalu konfirmasi ke distributor karena pemakaian per merek bisa berbeda.
Satu hal perlu diperiksa sebelum pemesanan: konfirmasi kebutuhan per merek ke distributor sebelum membesarkan pesanan, karena koefisien 4 nok per meter berlaku untuk nok atas, sementara nok samping memakai hitungan sendiri.
Batas Ukuran Nok dan Kapan Perlu Memakai Tukang
Mengukur panjang bubungan dan menghitung kebutuhan nok bisa Anda lakukan sendiri. Pemasangannya berbeda: nok dikunci dengan sekrup di bagian kanan dan kiri, lalu lubang sekrup dan sambungan antar nok diberi silicon sealant agar tidak bocor. Posisi sekrup yang salah membuat nok mudah pecah saat angin kencang.
Untuk nok beton, ukuran tiap merek berbeda dan Anda perlu melihat tabel lengkapnya di halaman jenis nok genteng beton ukuran dan harga. Bila jenis nok yang dipakai sudah jelas, langkah berikutnya adalah memasang nok genteng beton dengan benar. Kalau rembesan muncul tepat di nok, penyebabnya berbeda dan perlu ditangani melalui cara menangani genteng bocor di nok bubungan.
Nok yang terlalu sempit membuat atap bocor, sedangkan nok yang terlalu lebar menambah beban dan biaya tanpa menambah perlindungan. Memilih di antara keduanya butuh pembacaan kondisi atap, bukan sekadar tebakan di toko. Konsultasikan ke kontraktor atau ahli atap bila struktur atap Anda tidak standar, atau bila kemiringan berada di luar rentang 25 sampai 30 derajat.







